Dailami Firdaus Jadikan Warga Betawi Contoh Kerukunan SARA

JAKARTA (Pos Kota) – Warga Betawi menjadi refleksi keberagaman rakyat Indonesia, yang memiliki nilai-nilai universal sebagaimana kebudayaannya yang berisi keadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Lihat saja keseharian hidup anak-anak Betawi, di tengah deras masuknya masyarakat lain ke Jakarta. Para pendatang yang berbeda latarbelakang Suku-Agama-Ras-Antargolongan (SARA) diterima dengan lapang hati, asalkan menjaga etika & sopan santun bermasyarakat,” ujar Dailami Firdaus, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dapil DKI Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Karena itulah, Bang Dailami mengungkapkan keprihatinannya ketika Pilkada Gubernur DKI yang sudah menetapkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai pemimpin ibukota periode 2017-2022 tetap dimusuhi sebagian orang pendukung rivalnya yaitu incumbent gubernur Basuki T Purnama alias Ahok-Wagub Djarot Syaiful Hidayat.

“Hayo sekarang saatnya membangun Jakarta menjadi Kota moderen relijius yang beradab. Hapus histeria kekalahan atau kemenangan, diganti dengan semangat kepahlawanan bersatu tanpa SARA,” ujar cucu pendiri Pondok Pesantren Assyafiiyah, KH Abdullah Syafii, dan putra pendiri Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Jabodetabek & Menteri Pemberdayaan Perempuan era BJ Habibie,  almarhumah Tutty Alawiyah, itu di sela-sela acara pekan Hajatan Betawi UIA 2017 di Jatiwaringin.

author
No Response

Leave a reply "Dailami Firdaus Jadikan Warga Betawi Contoh Kerukunan SARA"