Ciliwung itu Sejarah

No comment 24 views

Jakarta, MERDEKANEWS – Kali Ciliwung banyak memiliki potensi yang luar biasa untuk digali dan dijadikan sebagai destinasi wisata di kota Jakarta. Namun potensi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi Ciliwung saat ini, sampah masih terlihat dan diperparah dengan pencemaran air limbah industri tahu.

Seharusnya para pemilik industri tahu memiliki IPAL komunal agar limbah yang dibuang dialirkan ke Kali Ciliwung aman dan tidak menimbulkan Bau dan Minyak.

Harus ada tindakan tegas dari dinas terkait terutama Lingkungan Hidup, saya melihat ini seperti pembiaran, disatu sisi mereka melaporkan keberhasilan namun disisi lain sebenarnya masih jauh dari kata berhasil.

”Ingat Ciliwung itu adalah sejarah bukan hanya sekedar kali yang melintas saja, menurut cerita para tokoh dan orang orang tua, kalo Ciliwung adalah sebagai kali yang memiliki nilai sejarah tinggi,” ujar Prof.Dr.H.Dailami Firdaus, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, menurutnya, bersama seluruh masyarakat Ciliwung terutama diwilayah Condet sedang Berupaya Membangun Destinasi Wisata dan Budaya, terutama memperlihatkan Potensi Ciliwung.

”Namun melihat bagaimana industri industri tahu membuang limbah langsung ke kali Ciliwung saya sangat miris, ini jelas terjadi pembiaran. Saya minta dengan tegas agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup harus tegas. Beri sangsi bagi pengusaha pengusaha nakal yang membuang limbah dialiran Ciliwung tanpa melalui Proses sterilisasi dahulu, kalo perlu beri sangsi penutupan usaha. agar menjadi efek jera,” jelasnya.

”Jangan laporan yang bagusnya saja, yang tidak bagus harus dilaporkan juga agar dapat dicarikan solusi secara bersama sama.”

”Saya berharap seluruh elemen masyarakat bersatu bahu membahu untuk mengembalikan Ciliwung seperti dahulu,” pungkas Bang Dailami, putra almarhumah Prof.Hj.Tuty Alawiyah AS dan cucu ulama kharismatik Betawi KH.Abdullah Syafiie.

author
No Response

Leave a reply "Ciliwung itu Sejarah"