Ulah Teroris, PROF DAILAMI FIRDAUS Kutuk Pemboman di Surabaya dan Sidoardjo

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □  Peristiwa pemboman yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka, baik di kota Surabaya maupun Sidoardjo (Jawa Timur), menggoreskan luka mendalam bagi bangsa dan negara Indonesia. Apalagi kejadian itu menyasar tempat ibadah (gereja) serta rumah susun sewa (rusun)awa).

Ungkapan bernada miris dan kecewa tersebut disampaikan Prof Dr H Dailami Firdaus, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal DKI Jakarta saat dihubungi POSBERITAKOTA, Senin (14/5).

“Secara pribadi, saya mengucapkan rasa belasungkawa dan turut berduka cita terhadap korban peristiwa pemboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoardjo. Semoga para keluarga korban yang ditinggalkan diberi kesabaran,” tegasnya.

Menurut Prof Dr H Dailami Firdaus, melakukan tindakan teror apalagi hingga menyebabkan kematian orang lain, jelas tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun. Apalagi para korbannya sedang menjalani ibadah, karenanya bisa disebut biadab.

“Karena itu, saya mengutuk keras, khususnya terhadap peristiwa peledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Itu merupakan tempat ibadah saudara-saudara kita yang beragama Nasrani,” ucap Bang Dailami, sapaan akrab dari Senator DKI Jakarta tersebut.

Aparat keamanan harus bertindak cepat, tegas dan tepat. Termasuk untuk segera mengusut dan menuntaskan peristiwa teror ini. Jangan sampai salah bertindak, terutama dalam hal pengungkapan motif serta tersangkanya semua harus benar benar jelas dan dapat dibuktikan secara utuh.

Apapun motif dari rangkaian peristiwa tersebut, dalam pandangan Bang Dailami, jelas tidak dapat dibenarkan. Negara harus hadir dan menjamin keamanan serta kenyamanan warganya secara penuh.

“Saya tegaskan agar peristiwa ini tidak disangkutpautkan seolah olah ini identik dengan gerakan Islam,”  pungkas Bang Dailami,  putra dari Prof Hj Tuty Alawiyah AS (almh) dan juga cucu dari lama kharismatik BetawiKH Abdullah Syafi’ie. □ RED/GOES

author
No Response

Leave a reply "Ulah Teroris, PROF DAILAMI FIRDAUS Kutuk Pemboman di Surabaya dan Sidoardjo"