{"id":2187,"date":"2018-01-15T03:26:12","date_gmt":"2018-01-15T03:26:12","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=2187"},"modified":"2018-01-15T03:26:12","modified_gmt":"2018-01-15T03:26:12","slug":"dailami-firdaus-apa-urgensinya-pemerintah-import-beras-khusus","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/dailami-firdaus-apa-urgensinya-pemerintah-import-beras-khusus\/","title":{"rendered":"DAILAMI FIRDAUS : Apa Urgensinya Pemerintah Import Beras Khusus?"},"content":{"rendered":"<p><b><a href=\"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/wpid-IMG-20170608-WA0009-1-1-1-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2034\" src=\"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/wpid-IMG-20170608-WA0009-1-1-1-1-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/wpid-IMG-20170608-WA0009-1-1-1-1-300x300.jpg 300w, http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/wpid-IMG-20170608-WA0009-1-1-1-1-150x150.jpg 150w, http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/wpid-IMG-20170608-WA0009-1-1-1-1-1024x1024.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>JAKARTA (POSBERITAKOTA) \u2013\u00a0<\/b>Rencana\u00a0<b>Pemerintah<\/b>\u00a0cq\u00a0<b>Kemendag<\/b>\u00a0akan mengimport beras \u2018khusus\u2019 sebanyak 500 ribu ton dari\u00a0<b>Thailand<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>Vietnam<\/b>\u00a0dalam waktu dekat ini, jelas menimbulkan banyak pertanyaan dan persepsi.<\/p>\n<p>Pernyataan\u00a0<b>Menteri Perdagangan (Mendag)\u00a0<\/b>yang menyebut kata \u2018khusus\u2019 dari beras import tersebut nanti, seyogyanya jangan sampai mencuatkan salah tafsir di masyarakat luas. Kendati beras \u2018khusus\u2019 itu merupakan beras yang tidak diproduksi di\u00a0<b>Indonesia<\/b>.<\/p>\n<p>\u201cYang menjadi pertanyaan besar, apa urgensinya sampai Pemerintah harus melakukan import beras \u2018khusus\u2019 itu, justru menjelang musim panen beras di Tanah Air?\u201d Begitu tanya\u00a0<b>Prof Dr Dailami Firdaus,<\/b>\u00a0anggota DPD RI\/MPR RI Dapil DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Pada bagian lain,\u00a0<b>Senator<\/b>\u00a0yang akrab dengan panggilan\u00a0<b>Bang<\/b>\u00a0<b>Dailami<\/b>\u00a0tersebut, merasakan ada kejanggalan dengan kata \u2018khusus\u2019. \u201cSepertinya, jelas bahwa masyarakat didorong untuk membiasakan dengan produk dari\u00a0<b>Vietnam<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>Thailand<\/b>\u00a0tersebut,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Dalam pandangannya lagi, kebijakan tersebut jelas-jelas tidak memihak kepada masyarakat. Sementara masyarakat membutuhkan kestabilan harga dan petani menginginkan kesejahteraannya bisa meningkat.<\/p>\n<p>Rencana direalisasikannya import beras \u2018khusus\u2019 itu, sama halnya memperlihatkan seluruh program Pemerintah yang dicanangkan dan statementnya melalui kementerian terkait bahwasannya tidak akan lagi import di tahun 2018 dan stock beras sangat cukup, hanyalah isapan jempol belaka.<\/p>\n<p>\u201cKarenanya, saya tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Jadi,\u00a0 perlu dan harus ditinjau kembali. Apabila masalah pangan selalu dengan solusi import, maka jelas masalah klasik akan ditangani dengan klasik. Berarti tidak ada terobosan atau hanya mengambil mudahnya saja dan pasti masyarakat hanya menjadi objek kembali,\u201d tuturnya, panjang lebar.<\/p>\n<p>Dalam berbagai kesempatan,\u00a0<b>Bang<\/b>\u00a0<b>Dailami<\/b>\u00a0mengaku selalu mendengar para pakar dan ahli pertanian sering memberikan pemikiran-pemikiran yang sangat positif dan konstruktif. Bahkan tak sedikit yang sudah menerapkannya.<\/p>\n<p>\u201cNamun semua hasil diskusi seperti hanya dimasukan ke dalam dus dan ditutup rapat rapat, tanpa dilakukan kajian kembali untuk mendapatkan solusi terhadap masalah klasik, yakni menstabilkan harga dan meningkatkan produksi serta memberikan kesejahteraan bagi petani,\u201d ucap dia lagi.<\/p>\n<p>Sesuai amanah UU Pangan No 8 Tahun 2012, disyaratkan bahwa dalam waktu 3 tahun setelah UU Pangan tersebut diberlakukan, maka harus dibentuk Badan Pangan Nasional. Jika melihat ke belakang, jelas hadirnya UU Pangan No 8 Tahun 2012, karena carut marutnya penanganan pangan di dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cSekarang pun kita melihat langsung, setelah menyatakan aman dan tidak lagi import beras, nyatanya dengan penuh kepercayaan diri,\u00a0<b>Pemerintah<\/b>\u00a0menyatakan harus import. Solusinya ya segera dibentuk Badan Pangan Nasional sesuai amanah UU Pangan dan di dalamnya harus diisi para profesional dan ahli dalam bidang pangan,\u201d tegas\u00a0<b>Bang Dailami\u00a0<\/b>menutup pendapatnya kepada\u00a0<b><i>POSBERITAKOTA<\/i><\/b>, Minggu (14\/1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (POSBERITAKOTA) \u2013\u00a0Rencana\u00a0Pemerintah\u00a0cq\u00a0Kemendag\u00a0akan mengimport beras \u2018khusus\u2019 sebanyak 500 ribu ton dari\u00a0Thailand\u00a0dan\u00a0Vietnam\u00a0dalam waktu dekat ini, jelas menimbulkan banyak pertanyaan dan persepsi.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-2187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2187"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2188,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2187\/revisions\/2188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2034"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}