{"id":2606,"date":"2019-03-18T03:54:22","date_gmt":"2019-03-18T03:54:22","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=2606"},"modified":"2019-03-18T03:54:24","modified_gmt":"2019-03-18T03:54:24","slug":"penembakan-di-masjid-selandia-baru-perbuatan-terkutuk","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/penembakan-di-masjid-selandia-baru-perbuatan-terkutuk\/","title":{"rendered":"Penembakan Di Masjid Selandia Baru Perbuatan Terkutuk"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari DKI Jakarta Profesor Dailami Firdaus menyatakan duka cita yang mendalam terhadap korban penembakan yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi penembakan itu dilakukan ketika umat Islam sedang dalam keadaan menyelenggarakan ibadah solat Jumat. \u201cSaya tegaskan, siapapun pelakunya, penembakan itu adalah perbuatan terkutuk. Saya mengecam keras tindakan tersebut dan itu adalah bukti nyata tindakan teroris,\u201d kata Dailami, Jumat (15\/3\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini ujar putra dari almarhumah Ustadzah Hj Tuty Alawiyah AS MA itu, teroris selalu diidentikan dalam setiap aksi dan gerakan umat Islam. \u201cNamun kenyataannya justru umat Islam-lah yang selalu menjadi korbannya, baik pembunuhan hingga pembantaian,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, Bang Dailami sapaan beken Dailami Firdaus menyerukan kepada seluruh umat Islam di Tanah Air untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi, karena terindikasi ada warga negara Indonesia juga jadi korban.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNamun Pemerintah Indonesia harus segera bereaksi dengan cara mendesak pemerintah Selandia Baru menindak tegas pelaku dan menjamin keamanan warga negara Indonesia khusunya dan warga lain umumnya,\u201d pungkas Cucu dari Ulama Kharismatik Betawi KH Abdullah Syafi\u2019ie itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari DKI Jakarta Profesor Dailami Firdaus menyatakan duka cita yang mendalam terhadap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-2606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2608,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606\/revisions\/2608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2607"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}