{"id":2818,"date":"2022-02-08T07:04:23","date_gmt":"2022-02-08T07:04:23","guid":{"rendered":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=2818"},"modified":"2022-02-08T07:04:23","modified_gmt":"2022-02-08T07:04:23","slug":"emak-emak-ngadu-harga-pada-naik-senator-dki-prof-dailami-firdaus-nilai-pemerintah-gagal-di-dalam-mengatasi-masalah-pangan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/emak-emak-ngadu-harga-pada-naik-senator-dki-prof-dailami-firdaus-nilai-pemerintah-gagal-di-dalam-mengatasi-masalah-pangan\/","title":{"rendered":"EMAK-EMAK NGADU HARGA PADA NAIK, SENATOR DKI PROF DAILAMI FIRDAUS NILAI PEMERINTAH GAGAL DI DALAM MENGATASI MASALAH PANGAN"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (<a href=\"https:\/\/posberitakota.com\/2021\/12\/27\/emak-emak-ngadu-harga-pada-naik-senator-dki-prof-dailami-firdaus-nilai-pemerintah-gagal-dalam-mengatasi-masalah-pangan\/\">POSBERITAKOTA<\/a>) \u25a1<\/strong>\u00a0Saat memulai aktifitasnya dengan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi rakyat,\u00a0<strong>Senator DKI Jakarta Prof DR H Dailami Firdaus<\/strong>\u00a0mendapat keluhan kalangan Emak-emak (ibu-red) yang mengadu kalau harga-harga bahan pangan meroket (naik). Padahal mereka saat ini masih diterpa imbas kesulitan hidup akibat masa pandemi yang berkepanjangan.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga ikut kaget saat kalangan Emak-emak, mengadu naiknya harga cabe rawit. Termasuk telor ayam dan bahkan minyak goreng yang harganya naik\u00a0<em>nggak<\/em>\u00a0ketulungan,\u201d beber\u00a0<strong>Anggota DPD RI<\/strong>\u00a0dari daerah pemilihan DKI Jakarta yang belum lama dilantik sebagai pengganti antar waktu (PAW) tersebut.<\/p>\n<p>Dari kejadian yang dialami saat bertemu masyarakat langsung,\u00a0<strong>Prof<\/strong>\u00a0<strong>Dailami<\/strong>\u00a0menilai bahwa Pemerintah gagal di dalam mengatasi kenaikan harga pangan. \u201cDugaan saya ini pasti ada oknum-oknum nakal yang sengaja menimbun bahan pangan yang menjadi kebutuhan sehari-dari masyarakat, tentu demi mendapatkan keuntungan yang besar,\u201d tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima\u00a0<em><strong>POSBERITAKOTA<\/strong><\/em>, Senin (27\/12\/2021) malam.<\/p>\n<p>Dalam pandangan\u00a0<strong>Prof Dailami<\/strong>\u00a0lebih lanjut, terjadinya kenaikan harga pangan setiap menjelang hari-hari besar\u00a0<strong>(Natal &amp; Tahun Baru),<\/strong>\u00a0sepertinya sudah menjadi masalah klasik yang sampai saat ini belum juga bisa diatasi oleh\u00a0<strong>Pemerintah<\/strong>.<\/p>\n<p>\u201cMalah, naiknya harga-harga kebutuhan pangan setiap menjelang hari besar, seperti\u00a0<strong>benang kusut<\/strong>\u00a0yang\u00a0<strong>sulit terurai.<\/strong>\u00a0Kenapa? Hal itu karena\u00a0<strong>Pemerintah<\/strong>\u00a0tidak serius untuk menyelesaikannya, sehingga permasalahannya pun terus berulang,\u201d paparnya, lagi.<\/p>\n<p><strong>Senator DKI<\/strong>\u00a0<strong>Jakarta<\/strong>\u00a0yang akrab dengan panggilan\u00a0<strong>Bang Dai<\/strong>\u00a0tersebut, juga menekankan kembali bila ada yang memanfaatkan momentum hari-hari besar dengan cara menimbun bahan pokok, para pelakunya bisa dijerat pasal\u00a0<strong>tindak<\/strong>\u00a0<strong>pidana<\/strong>\u00a0sebagaimana tercantum dalam\u00a0<strong>Pasal 29 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014\u00a0<\/strong>tentang<strong>\u00a0Perdagangan.<\/strong><\/p>\n<p>Di situ, lanjut dia, disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan lalulintas barang.<\/p>\n<p>Kemudian, pada pasal\u00a0<strong>107<\/strong>\u00a0disebutkan puka bahwa pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting seperti dalam\u00a0<strong>Pasal 29<\/strong>\u00a0itu, bisa dipidana penjara maksimal\u00a0<strong>5<\/strong>\u00a0(lima tahun) dan atau pidana denda maksimal\u00a0<strong>Rp 50 miliar.<\/strong><\/p>\n<p>Bukan hanya itu saja, menurut\u00a0<strong>Prof<\/strong>\u00a0<strong>Dailami<\/strong>, faktor cuaca juga seringkali dijadikan \u2018<em>kambing hitam\u2019<\/em>\u00a0untuk alasan oleh\u00a0<strong>Pemerintah<\/strong>\u00a0sebagai sumber naiknya harga pangan, terutama setiap menjelang perayaan\u00a0<strong>Natal<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Tahun Baru.<\/strong>\u00a0Padahal, seharusnya\u00a0<strong>Pemerintah<\/strong>\u00a0bisa memetakan hal tersebut, agar hasil panen kebutuhan pangan dari petani tetap maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.<\/p>\n<p>Karena itu pula, sarannya, perlunya dibentuk\u00a0<strong>Badan Pangan Nasional<\/strong>\u00a0(<strong>BPN<\/strong>) dan harus segera diselesaikan\u00a0<strong>Presiden RI<\/strong>\u00a0supaya permasalahan klasik tersebut tidak terjadi lagi setiap jelang perayaan hari besar\u00a0<strong>Natal\u00a0<\/strong>dan<strong>\u00a0Tahun Baru<\/strong><\/p>\n<p>\u201cJadi,\u00a0<strong>Presiden RI<\/strong>\u00a0harus segera membentuk itu\u00a0<strong>Badan Pangan<\/strong>\u00a0<strong>Nasional (BPN)<\/strong>\u00a0supaya bisa segera bekerja mengatasi kenaikan harga pangan di pasar yang harganya sudah mulai tidak masuk akal,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Sesuai amanat\u00a0<strong>Pasal 126 dan 151 UU No.18\/2012\u00a0<\/strong>tentang<strong>\u00a0Pangan, Badan<\/strong>\u00a0<strong>Pangan Nasional (BPN)<\/strong>\u00a0harus dibentuk\u00a0<strong>Presiden RI<\/strong>\u00a0dan didirikan paling lambat tiga tahun sejak\u00a0<strong>UU<\/strong>\u00a0<strong>Pangan<\/strong>\u00a0diundangkan.<\/p>\n<p><strong>UU Pangan<\/strong>\u00a0itu sendiri sudah ada pada tahun\u00a0<strong>2015<\/strong>\u00a0silam, namun\u00a0<strong>Presiden Jokowi<\/strong>\u00a0baru menandatangan<strong>i Perpres Nomor 66 Tahun 2021<\/strong>\u00a0tentang\u00a0<strong>Badan Pangan<\/strong>\u00a0<strong>Nasional<\/strong>\u00a0pada 21 Juli 2021 dan sampai sekarang BPN itu belum terbentuk,\u201d pungkas\u00a0<strong>Prof Dailami. \u25a1 RED\/AGUS SANTOSA<\/strong><\/p>\n<p>sumber : <strong><a href=\"https:\/\/posberitakota.com\/2021\/12\/27\/emak-emak-ngadu-harga-pada-naik-senator-dki-prof-dailami-firdaus-nilai-pemerintah-gagal-dalam-mengatasi-masalah-pangan\/\">POSBERITAKOTA<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (POSBERITAKOTA) \u25a1\u00a0Saat memulai aktifitasnya dengan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi rakyat,\u00a0Senator DKI Jakarta Prof DR H Dailami Firdaus\u00a0mendapat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-2818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2818"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2819,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2818\/revisions\/2819"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2749"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}