{"id":2966,"date":"2023-01-11T05:56:56","date_gmt":"2023-01-11T05:56:56","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=2966"},"modified":"2023-01-11T05:56:56","modified_gmt":"2023-01-11T05:56:56","slug":"di-aula-ui-depok-prof-dr-h-dailami-firdaus-sematkan-penghargaan-ke-maestro-pematung-bali-i-nyoman-nuarta","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/di-aula-ui-depok-prof-dr-h-dailami-firdaus-sematkan-penghargaan-ke-maestro-pematung-bali-i-nyoman-nuarta\/","title":{"rendered":"Di Aula UI Depok, PROF. DR. H. DAILAMI FIRDAUS Sematkan Penghargaan ke Maestro Pematung Bali I Nyoman Nuarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>J<\/strong><strong>AKARTA (<a href=\"https:\/\/posberitakota.com\/2022\/12\/22\/di-aula-ui-depok-prof-dr-h-dailami-firdaus-sematkan-penghargaan-ke-maestro-pematung-bali-i-nyoman-nuarta\/\">POSBERITAKOTA<\/a><\/strong><strong>). <\/strong>Pada perhelatan\u00a0<strong>\u2018Indonesia Museum<\/strong>\u00a0<strong>Award 2022\u2032\u00a0<\/strong>yang berlangsung Selasa (20\/12\/2022) lalu di Aula IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI) Depok,\u00a0<strong>Prof. Dr. H.<\/strong>\u00a0<strong>Dailami Firdaus<\/strong>\u00a0menyematkan penghargaan kepada\u00a0<strong>Maestro Pematung GWK Bali I Nyoman<\/strong>\u00a0<strong>Nuarta<\/strong>\u00a0yang juga pemenang sayembara desain arsitektur\u00a0<strong>Ibu<\/strong>\u00a0<strong>Kota Negara (IKN)<\/strong>\u00a0baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu\u00a0<strong>Mestro Seni Patung Indonesia, I Nyoman Nuarta,<\/strong>\u00a0dinobatkan sebagai \u2018<strong>Tokoh<\/strong>\u00a0<strong>Peduli Museum<\/strong>\u2018. Pemberian penghargaan itu atas dasar penilaian, karena sosok beliau dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam merawat, melestarikan dan mengkomunikasikan berbagai warisan budaya bangsa lewat karya seni patung yang digelutinya sejak tahun 1973.<\/p>\n<p>Bahkan\u00a0<strong>Ketua Dewan Juri<\/strong>\u00a0perhelatan \u2018<strong>Indonesia Museum Award 2022\u2032,<\/strong>\u00a0<strong>Prof Wiendu Nuryanti,<\/strong>\u00a0menyebutkan bahwa selain menghasilkan berbagai maha karya seni patung, sosok\u00a0<strong>I Nyoman<\/strong>\u00a0<strong>Nuarta<\/strong>\u00a0telah menunjukkan kepedulian dan tanggungjawab yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan di luar dirinya.<\/p>\n<p>Terlebih lagi eksistensi seniman kelahiran\u00a0<strong>Tabanan Bali<\/strong>\u00a0tersebut, juga telah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan membangun sebuah kawasan Ruang Seni Budaya yang diberi nama\u00a0<strong>NuArt Sculpture Park<\/strong>, di\u00a0<strong>Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/strong><\/p>\n<p>Sungguh membanggakan karena di kawasan seluas 3 Ha itu, ia memajang karya-karyanya dalam berbagai bentuk patung dan ukuran yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Selain itu juga membangun gedung 4 lantai dengan gaya artistik yang sebagian area dalam gedung tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, seperti pameran, pertemuan dan berbagai ekspresi seni budaya lainnya.<\/p>\n<p><strong>I Nyoman Nuarta<\/strong>\u00a0pun dikenal pula sebagai seniman patung yang menghasilkan berbagai maha karya popular. Sebut saja karya patung\u00a0<strong>Garuda Wisnu Kencana, Monumen Jalesveva Jayamahe, Monumen Proklamasi Indonesia\u00a0<\/strong>serta patung\u00a0<strong>Arjuna Wijaya<\/strong>\u00a0yang lebih dikenal dengan\u00a0<strong>Patung Kuda<\/strong>\u00a0di kawasan\u00a0<strong>Monas Jakarta<\/strong>. Termasuk ratusan karyanya yang lain dan menghiasi berbagai gedung, taman dan sudut-sudut kota. Sedangkan untuk karya terbarunya adalah disain\u00a0<strong>Istana Garuda<\/strong>\u00a0yang akan menjadi ikon\u00a0<strong>Ibu Kota Negara (IKN).<\/strong><\/p>\n<p>Seperti diketahui bahwa \u2018<strong>Indonesia<\/strong>\u00a0<strong>Museum Awards<\/strong>\u2018 merupakan perhelatan tahunan berskala nasional yang bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap museum, tokoh permuseuman dan tokoh yang telah memberikan sumbangsih nyata dalam merawat, melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Tahun ini menjadi yang pertama yang dilakukan secara luring, setelah dua tahun sebelumnya dilaksanakan secara daring karena pandemi\u00a0<em><strong>COVID-19.<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Dr. Ciwuk Musiana Yudhawasthi<\/strong>\u00a0selaku\u00a0<strong>Ketua Komunitas Jelajah<\/strong>\u00a0yang menjadi\u00a0<strong>pemrakarsa<\/strong>\u00a0gelaran \u2018<strong>Indonesia Museum Award<\/strong>\u2018, memaparkan bahwa saat ini ditengah situasi dan kondisi permuseuman sudah mulai membaik dan hampir seluruh museum kini telah buka kembali, meskipun dengan memberlakukan ketentuan protokol kesehatan (Prokes) yang cukup ketat. Oleh karena itulah untuk pelaksanakan di tahun ini secara luring.<\/p>\n<p>Namun untuk tema yang diangkat di tahun 2022 ini adalah \u2018<strong>Museum<\/strong>\u00a0<strong>Connect<\/strong>\u2018, yakni bagaimana museum mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat pasca pandemi\u00a0<em><strong>COVID-19<\/strong><\/em>\u00a0serta bagaimana museum mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mereka tetap terhubung dengan pengunjungnya.<\/p>\n<p>Sebanyak\u00a0<strong>6 kategori<\/strong>\u00a0penghargaan untuk\u00a0<strong>museum<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>4 kategori<\/strong>\u00a0untuk para\u00a0<strong>tokoh<\/strong>\u00a0yang dinilai telah memberikan sumbangsih dan karya nyata bagi perkembangan dan kemajuan dunia permuseuman, kesejarahan, seni dan budaya di Tanah Air.<\/p>\n<p><strong>Berikut daftar lengkap peraih \u2018Indonesia Museum Awards 2022\u2019<\/strong><\/p>\n<p>Kategori Tokoh Peduli Museum : Nyoman Nuarta<\/p>\n<p>Kategori Pengabdian Sepanjang Hayat : Jaya Suprana<\/p>\n<p>Kategori Duta Museum : Antonio Maria Blanco Junior<\/p>\n<p>Kategori Khusus Anugerah Amir Sutaarga : Nunus Supardi Karsodimedjo<\/p>\n<p>Kategori Museum Pemrakarsa Kesehatan dan Kesejahteraan<\/p>\n<p>\u2013 Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Jakarta)<\/p>\n<p>Kategori Museum Komunikatif<br \/>\n\u2013 Museum Geologi (Bandung, Jawa Barat)<\/p>\n<p>Kategori Museum Kolaboratif<br \/>\n\u2013 Museum Benteng Vredeburg (Yogyakarta)<\/p>\n<p>Museum Inspiratif<br \/>\n\u2013 Museum Benteng Heritage (Tangerang, Banten)<\/p>\n<p>Kategori Museum Adaptasi Baru<br \/>\n\u2013 Museum Kapal Samudraraksa (Magelang, Jawa Tengah)<\/p>\n<p>Kategori Museum Kreatif<br \/>\n\u2013 Museum Pasifika Bali (Bali) \u00a0<strong>RED\/AGUS SANTOSA<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/posberitakota.com\/2022\/12\/22\/di-aula-ui-depok-prof-dr-h-dailami-firdaus-sematkan-penghargaan-ke-maestro-pematung-bali-i-nyoman-nuarta\/\">POSBERITAKOTA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (POSBERITAKOTA). Pada perhelatan\u00a0\u2018Indonesia Museum\u00a0Award 2022\u2032\u00a0yang berlangsung Selasa (20\/12\/2022) lalu di Aula IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI)&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82,1],"tags":[],"class_list":["post-2966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2968,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966\/revisions\/2968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2967"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}