{"id":2202,"date":"2018-01-16T07:18:32","date_gmt":"2018-01-16T07:18:32","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=2202"},"modified":"2018-01-16T07:18:32","modified_gmt":"2018-01-16T07:18:32","slug":"pemerintah-didesak-bentuk-badan-pangan-nasional-untuk-jaga-harga-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/pemerintah-didesak-bentuk-badan-pangan-nasional-untuk-jaga-harga-beras\/","title":{"rendered":"PEMERINTAH DIDESAK BENTUK BADAN PANGAN NASIONAL UNTUK JAGA HARGA BERAS"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>\u201cSaya merasa ada yang janggal dengan kata \u2018khusus\u2019 disini dan merupakan jenis beras yang tidak diproduksi oleh petani tanah air. Jelas masyarakat seperti didorong untuk membiasakan dengan produk dari Vietnam dan Thailand,\u201d kata Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Dailami Firdaus, Minggu (14\/1).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Menurut pandangan Dailami, kebijakan impor beras merupakan bentuk ketidak berpihakan pemerintah kepada masyarakat. Sebab, saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kestabilan harga, disisi lain juga tetap menghargai kesejahteraan dan nasib para petani.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Dengan impor beras ini, ungkap Dailami,\u00a0 memperlihatkan\u00a0 klaim pemerintah\u00a0 stok beras\u00a0 cukup, hanyalah isapan jempol. \u201cSaya minta kebijakan impor ini ditinjau ulang,\u201dungkapnya.<\/p>\n<p>Dailami mendesak pemerintah segera membentuk Badan Pangan Nasional. Apalagi, pembentukan lembaga itu sebenarnya sudah sesuai amanah UU Pangan No 8 Tahun 2012.<\/p>\n<p>Dalam regulasi tersebut, ujar Dailami, diisyaratkan bahwa dalam waktu 3 tahun setalah UU Pangan itu dibuat, maka negara diharuskan membentuk Badan Pangan Nasional.<\/p>\n<p>\u201cSolusinya segera dibentuk Badan Pangan Nasional sesuai amanah UU Pangan dan di dalamnya harus diisi oleh para profesional dan ahli dalam bidang pangan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSaya merasa ada yang janggal dengan kata \u2018khusus\u2019 disini dan merupakan jenis beras yang tidak diproduksi oleh petani tanah air.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-2202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2202"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2202\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2203,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2202\/revisions\/2203"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}