{"id":3155,"date":"2023-06-08T06:15:47","date_gmt":"2023-06-08T06:15:47","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=3155"},"modified":"2023-06-08T06:15:47","modified_gmt":"2023-06-08T06:15:47","slug":"ditengah-revisi-uu-no-29-tahun-2007-senator-dailami-firdaus-sebut-fgd-jadi-rangkaian-sejarah-perjuangan-masuknya-lembaga-adat-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/ditengah-revisi-uu-no-29-tahun-2007-senator-dailami-firdaus-sebut-fgd-jadi-rangkaian-sejarah-perjuangan-masuknya-lembaga-adat-betawi\/","title":{"rendered":"Ditengah Revisi UU No 29 Tahun 2007, SENATOR DAILAMI FIRDAUS Sebut FGD Jadi Rangkaian Sejarah Perjuangan Masuknya Lembaga Adat Betawi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (POSBERITAKOTA) \u25a0<\/strong>\u00a0Digelarnya\u00a0<strong>Forum Group Discussion<\/strong>\u00a0(<strong>FGD<\/strong>) yang mengangkat tema \u2018<em><strong>Peluang dan Tantangan Lembaga Adat Betawi Ditengah Revisi Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007\u2032,<\/strong><\/em>\u00a0diharapkan bisa menjadi rangkaian sejarah perjuangan masuknya\u00a0<strong>Lembaga<\/strong>\u00a0<strong>Adat Betawi.<\/strong>\u00a0Selain nantinya bisa\u00a0<strong>bertambah maju<\/strong>\u00a0dan juga\u00a0<strong>semakin bermartabat.<\/strong><\/p>\n<p>Sedangkan\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0itu sendiri diadakan atas inisiasi dari\u00a0<strong>Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB)<\/strong>\u00a0yang bersinergi dengan\u00a0<strong>Pusat Studi Betawi Universitas Islam As-Syafi\u2019iyah (UIA) Jakarta<\/strong>. Selain\u00a0<strong>Senator DKI Prof Dr H Dailami Firdaus SH L.LM<\/strong>, hadir pula\u00a0<strong>Ketua Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) Marullah Matali<\/strong>\u00a0serta sejumlah\u00a0<strong>Tokoh Betawi<\/strong>\u00a0lain.<\/p>\n<p>Saat memberikan kata sambutan pembuka,\u00a0<strong>Senator (Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI DKI Jakarta) Prof Dailami Firdaus<\/strong>\u00a0menegaskan bahwa terkait diadakannya\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0bisa menjadi bagian dari rangkaian sejarah perjuangan masyarakat Betawi untuk maju dan bermartabat hingga masuknya\u00a0<strong>Lembaga Adat<\/strong>\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0di dalam\u00a0<strong>Revisi Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007,<\/strong>\u00a0sebagaimana\u00a0<strong>amanah UUD 45 Negara Republik Indonesia Pasal 18 B.<\/strong><\/p>\n<p>\u201cKarena itu, melalui kegiatan ini pembahasannya harus\u00a0<strong>lebih fokus<\/strong>\u00a0pada\u00a0<strong>inventarisasi Hukum Adat Masyarakat Betawi.<\/strong>\u00a0Dari situ nantinya tidak dapat disepelekan, karena saling berkaitan satu sama lain. Dan, ini tentu saja menjadi tanggungjawab kita bersama,\u201d tegasnya saat diwawancarai awak media di lokasi acara\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0<strong>Kampus 2 Universitas As-Syafi\u2019iyah,<\/strong>\u00a0Selasa (6\/6\/2023) sore.<\/p>\n<p>Di sisi lain,\u00a0<strong>tokoh<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>putra<\/strong>\u00a0asli\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0satu ini berharap agar hasil\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0dapat memberikan masukan-masukan yang positif dan konstruktif terutama mengenai\u00a0<strong>Hukum Adat Masyarakat Betawi.<\/strong>\u00a0Kedepannya, imbuh\u00a0<strong>Prof Dailami,<\/strong>\u00a0bukan hanya budayanya saja yang diakui. Namun juga diakui pula\u00a0<strong>masyarakat Betawi<\/strong>\u00a0sebagai\u00a0<strong>masyarakat inti Jakarta<\/strong>\u00a0secara utuh, karena hal itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cJadi, bentuk perjuangan ini tidak dapat ditanggung atau dipikul secara sendiri-sendiri. Tetapi, harus kita pikul secara bersama-sama dan saling bahu-membahu serta bergandengan tangan agar terwujud apa yang kita perjuangkan. Yakni memajukan dan memartabatkan kaum Betawi secara utuh dan menjadikan Jakarta menjadi kota bisnis yang berbudaya,\u201d ucapnya, panjang lebar.<\/p>\n<p>Ditambahkan\u00a0<strong>Prof Dailami<\/strong>\u00a0lebih lanjut bahwa dalam\u00a0<strong>uji sahih Komite I DPD RI\u00a0<\/strong>di<strong>\u00a0Universitas Indonesia<\/strong>, mengenai\u00a0<strong>revisi Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007,<\/strong>\u00a0dirinya terus menyuarakan dan mendorong agar\u00a0<strong>Lembaga Adat<\/strong>\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0masuk di dalamnya.<\/p>\n<p>\u201cOleh karenanya, saya terus dan tetap mendorong agar tetap terjadi pemilihan langsung disaat pemilihan kepala daerah dan juga diberikannya alokasi dana khusus untuk Jakarta nantinya. Selain itu juga\u00a0<strong>Dana Bagi Hasil (DBH)<\/strong>\u00a0untuk\u00a0<strong>pemajuan Jakarta<\/strong>,\u201d paparnya, lagi.<\/p>\n<p>Masih terkait hal tersebut di atas,\u00a0<strong>Prof Dailami<\/strong>\u00a0mengajak\u00a0<strong>seluruh<\/strong>\u00a0<strong>komponen Betawi<\/strong>\u00a0untuk\u00a0<strong>bersatu<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>bersama-sama berjuang<\/strong>\u00a0secara maksimal sesuai dengan kemampuan untuk mewujudkan Betawi ke depan yang semakin maju dan disegani.<\/p>\n<p>\u201cTak lupa, saya ingin mengucapkan selamat dan sukses untuk\u00a0<strong>Kongres Majelis Amanah Persatuan Kaum<\/strong>\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0yang akan diselenggarakan\u00a0<strong>9<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>10 Juni 2023<\/strong>. Bahkan, saya menyakini dalam kongres pertama itu nanti, bukan hanya bersifat seremonial saja. Namun juga memiliki esensi yang begitu dalam dan kuat. Yaitu sebagai bentuk komitmen kita semua sebagai\u00a0<strong>masyarakat Betawi<\/strong>\u00a0yang ingin\u00a0<strong>Betawi maju<\/strong>\u00a0dan sekaligus\u00a0<strong>bermartabat<\/strong>,\u201d katanya, memberi penekanan.<\/p>\n<p>Sementara itu sebagai\u00a0<strong>Ketua Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB), Marullah Matali,<\/strong>\u00a0tak lupa menyampaikan sikap spresiasinya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh\u00a0<strong>Keluarga Mahasiswa Betawi\u00a0<\/strong>tersebut. \u201c<strong>KMB<\/strong>\u00a0ini hebat telah melakukan sebuah terobosan, karena ada tantangan dan peluang. Terutama, tentu saja karena kaitannya\u00a0<strong>Jakarta<\/strong>\u00a0setelah\u00a0<strong>tidak berstatus<\/strong>\u00a0sebagai\u00a0<strong>Ibukota Negara<\/strong>,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>Marullah<\/strong>\u00a0pun mengajak agar seluruh masyarakat\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0ikut mensukseskan pelaksanaan\u00a0<strong>Kongres<\/strong>\u00a0<strong>MAPKB<\/strong>\u00a0yang akan diadakan pada\u00a0<strong>9-10 Juni<\/strong>\u00a0mendatang. \u201cMarilah kita songsong Jakarta sebagai\u00a0<strong>Kota Global<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Kota Bisnis<\/strong>\u00a0yang bermartabat, maju dan berbudaya dengan\u00a0<strong>Betawi<\/strong>\u00a0sebagai masyarakat inti,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p>Patut dan perlu diketahui bahwa dalam pelaksanaan\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0tersebut antara lain menghadirkan narasumber berkompeten. Baik iru Hakim Militer Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, Brigjen (TNI)\u00a0<strong>Marwan Suliandi;<\/strong>\u00a0Dosen Antropologi Universitas Indonesia,\u00a0<strong>Yasmine Z Shahab<\/strong>; Ketua Steering Comittee Kongres MAPKB,\u00a0<strong>KH Zainuddin (H Oding)<\/strong>\u00a0dan Kaprodi Jurusan Ilmu Politik UMJ,\u00a0<strong>Lusi Andriyani.<\/strong><\/p>\n<p>Tak ketinggalan\u00a0<strong>FGD<\/strong>\u00a0juga dihadiri sejumlah\u00a0<strong>tokoh Betawi<\/strong>. Sebut saja di antaranya Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi,\u00a0<strong>Beky Mardani;<\/strong>\u00a0Ketua Forum Betawi Rempug,\u00a0<strong>Lutfi<\/strong>\u00a0<strong>Hakim Munir<\/strong>; Budayawan Betawi,\u00a0<strong>Yahya Andi Saputra<\/strong>\u00a0hingga Komisaris PT Jakarta Tourisindo (JXB),\u00a0<strong>Muhammad Ichwan Ridwan (Boim). \u25a1 RED\/AGUS SANTOSA<\/strong><\/p>\n<p>sumber : <a href=\"https:\/\/posberitakota.com\/2023\/06\/06\/ditengah-revisi-uu-no-29-tahun-2007-senator-dailami-firdaus-sebut-fgd-jadi-rangkaian-sejarah-perjuangan-masuknya-lembaga-adat-betawi\/\">POSBERITAKOTA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (POSBERITAKOTA) \u25a0\u00a0Digelarnya\u00a0Forum Group Discussion\u00a0(FGD) yang mengangkat tema \u2018Peluang dan Tantangan Lembaga Adat Betawi Ditengah Revisi Undang Undang Nomor 29&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3156,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-3155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3157,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3155\/revisions\/3157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}