{"id":3381,"date":"2023-09-25T06:20:56","date_gmt":"2023-09-25T06:20:56","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=3381"},"modified":"2023-09-25T06:20:56","modified_gmt":"2023-09-25T06:20:56","slug":"hajatan-betawi-4-emang-berkelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/hajatan-betawi-4-emang-berkelas\/","title":{"rendered":"Hajatan Betawi 4 Emang Berkelas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pondok Gede, <a href=\"https:\/\/parahyangan-post.com\/berita\/detail\/hajatan-betawi-4-emang-berkelas\">parahyangan-ppost.com<\/a><\/strong>-Luar biasa! Pesta rakyat\u00a0\u00a0\u00a0\u2018Hajatan Betawi 4\u2019 memang pertunjukkan berkelas. Yang\u00a0 membikin heboh warga Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat tumpah ruah, memadati kampus 2 Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) Jatiwaringin-Pondok Gede untuk menyaksikan\u00a0\u00a0rangakaian\u00a0kegiatan yang dikemas menarik.<\/p>\n<p>Acara \u00a0dimulai jam 08.30 wib, Sabtu 16\/9. Diawali dengan letusan puluhan petasan yang memecah keriuhan.\u00a0Membuat seluruh pengunjung kaget. Kemudian mereka berbondong ke arah asal suara letusan. Ternyata di situ sudah berdiri yang punya hajat. Prof. DR H. Dailami Firdaus SH, LLM, didampingi isteri.<\/p>\n<p>Dikawal puluhan pendekar dan juga ondel-ondel. Tak ketinggalan pula suara musik khas Betawi yang riang,\u00a0 rombongan berjalan\u00a0 ke panggung utama. Pengunjung yang tadinya masih bersebaran di semua lokasi, kemudian \u00a0berdesakaan ke pinggir jalan yang dilalui. Puluhan kameramen dari berbagai media pun berebutan mengambil gambar. Mereka seperti kesulitan mencari spot yang pas karena pengunjung berdesakan menutup jalur yang dilewati. Karena mereka pun ingin mengabadikan kegiatan menarik ini dengan hp-nya. Untuk mengabadikan momen penting ini konten sosial mereka.<\/p>\n<p>Petugas pun terpaksa bekerja keras agar jalur yang dilewati tidak tertutup pengunjung yang begitu antusias. Sesekali tampak petugas\u00a0\u00a0mendorong\u00a0 \u00a0ke diri dan ke kanan agar\u00a0 pengunjung yang berdesakakan itu memberi jalan..<\/p>\n<p>Sekitar 10 meter sebelum mencapai panggung utama, rombongan Bang Dai (sapaan\u00a0 akrab Prof. Dailami) \u00a0dihadang oleh \u2018pasukan\u2019 palang pintu berbaju merah. Terjadilah \u2018cekcok\u2019 yang panas. Awalnya dimulai dengan adu mulut (berbalas pantun).\u00a0 Tapi akhirnya diselesaikan secara adat. Yakni pertarungan ilmu silat.<\/p>\n<p>Menegangkan!&#8230; Jika jagoan Bang Dai kalah maka rombongan tak bisa masuk. Mereka harus balik kanan dan acara bubar\u2026 Maka terjadilah pertarungan hidup mati antara tiga \u00a0orang pengawal Bang Dai dengan pasukan palang pintu\u00a0 tersebut.<\/p>\n<p>Pertarungan silat dengan jurus-jurus maut perguruan \u00a0masing-masing berlangsung seru. Dan mencekam! Pertarungan tidak hanya dengan tangan kosong. Tetapi juga pakai golok. Wuis\u2026.tak kalah seru dengan film silat Cina yang ada di tv.<\/p>\n<p>Alhasil tiga orang jagoan Bang Dai menang. Dengan demikian mereka berhasil melewati pasukan palang pintu. \u00a0Rombongan kemudian berjalan jumawa\u00a0\u00a0menuju panggung utama, yang disertai tepukan meriah dari seluruh pengunjung yang sudah tidak sabar.<\/p>\n<p>Di aula utama sudah menunggu sejumlah tokoh nasional untuk ikut menyaksikan Hajatan Betawi 4 yang spketakuler ini. Pesta yang \u2013boleh jadi- paling meriah diantara sekian peristiwa budaya Betawi yang masih hidup sampai sekarang.<\/p>\n<p>Di deretan\u00a0kursi VIP tampak Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan\u00a0Bencanal (BNPB) Komjen Boy Rafli Amar, Tokoh Betawi yang dari angkatan (tentara) Mayjen TNI (Purn) Nahrowi Ramli, Rektor UIA Prof. DR. \u00a0Masduki Ahmad MM., Ulama terkemuka Habib Ali Alhabsi, Ustad H. Rusdi Saleh, Komedian dan juga politisi Miing Bagito, \u00a0Ketua Umum BKMT Dr. Hj. Syifa Fauzia dan sejumlah tokoh lain.<\/p>\n<p>Hadirnya sejumlah tokoh nasional di Hajatan Betawi 4 ini menunjukkan gelaran yang digagas oleh senator DKI Prof Dailami Firdaus ini \u2018berkelas\u2019. Yang mampu merepresentasikan budaya Betawi. Merawat, menjaga dan mengangkatnya sekaligus. Sehingga budaya Betawi tetap langgeng. Menjadi landasan filosofi kehidupan warganya<\/p>\n<p>Setelah memberi sambutan, Bang Dai kemudian meminta seluruh tahu kehormatan tersebut naik ke atas panggung utama\u00a0 untuk membuka secara bersama-sama. Sebelum dibuka \u2013dengan memukul rebana- . Bang Dai meminta para sahabatnya ini memberikan sepatah dua kata sambutan (apresisasi).<\/p>\n<p>Semua tokoh yang memberi sambutan\u00a0\u00a0memuji dan bangga dengan konsistensi Bang Dai dalam merawat budaya Betawi yang adiluhung. Maka tidak heran mereka mengharapkan Bang Dai kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau senator Daerah Pemilihan Jakarta.<\/p>\n<p>Harapan tersebut disambut antusias oleh seluruh tamu undangan dengan tepuk tangan gemuruh. Mereka \u00a0\u2013sepertinya- \u00a0juga mengharapkan demikian. Agar ada tokoh yang bisa menjadi panutan untuk menjaga, merawat dan melestarikan Budaya Betawi.<\/p>\n<p>Sebagai info! Pada pemilu \u00a02024 mendatang, Bang Dai\u00a0 tercatat di nomor urut 6 Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPD daerah pemilihan Jakarta.<\/p>\n<p>Hajatan Betawi 4 berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu) 16\/17 September. Pada hari kedua (penutupan) akan\u00a0 tampil sejumlah acara yang sangat menarik. Salah satunya di acara penutupan yakni Lenong Paski. Uniknya lenong ini akan dimainkan oleh pelawak papan atas dan juga \u00a0tokoh nasioanl<strong>***(aboe\/pp)\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>sumber : <strong><a href=\"https:\/\/parahyangan-post.com\/berita\/detail\/hajatan-betawi-4-emang-berkelas\">parahyangan-ppost.com<\/a><\/strong>&#8211;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pondok Gede, parahyangan-ppost.com-Luar biasa! Pesta rakyat\u00a0\u00a0\u00a0\u2018Hajatan Betawi 4\u2019 memang pertunjukkan berkelas. Yang\u00a0 membikin heboh warga Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat tumpah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-3381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3381"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3383,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3381\/revisions\/3383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}