{"id":3394,"date":"2023-09-25T06:40:42","date_gmt":"2023-09-25T06:40:42","guid":{"rendered":"http:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/?p=3394"},"modified":"2023-09-25T06:40:42","modified_gmt":"2023-09-25T06:40:42","slug":"omongan-bergizi-mengenai-masa-depan-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/omongan-bergizi-mengenai-masa-depan-betawi\/","title":{"rendered":"Omongan Bergizi Mengenai Masa Depan Betawi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pondok Gede, <a href=\"http:\/\/www.parahyangan-post.com\/berita\/detail\/omongan-bergizi-mengenai--masa-depan-betawi-\">parahyangan-post.com<\/a>&#8211;<\/strong>\u00a0Hendak dibawa ke mana Betawi setelah ibu kota Negara RI pindah ke IKN, Kalimantan tahun 2024 nanti? Jawabnya sungguh mengejutkan.<\/p>\n<p>\u201cGo internasional,\u201d kata Deputi Gubernur DKI\u00a0 Bidang Budaya dan Pariwisata, Marulla Matali.<\/p>\n<p>\u201cKe Balaikota aja!\u201d kata Budayawan Betawi N. Syamsuddin Ch. Haesy.\u00a0 Ke Balaikota maksudnya tokoh Betawi selayaknya menjadi Gubernur. Karena selama ini, sudah 78 tahun tanah Betawi dipakai sebagai \u00a0ibu kota RI,\u00a0 belum ada satupun tokohnya yang menjadi orang nomor satu.<\/p>\n<p>\u201cYang realistis saja, tetapi kongkrit!\u201d kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, LLM.<\/p>\n<p>Demikian antara lain jawaban dalam OBRAL OBROL BETAWI yang cukup hangat dan seru. Mengenai &#8220;Hendak dibawa ke Mana Betawi?&#8221; . Yang menghadirkan sejumlah tokoh terkemuka. Diantaranya, intelektual muda Betawi Usni Hasanuddin S.Ip. M.Si, antropolog Betawi Prof. Yasmine Zeki Shahab SS. MA, PhD, pelawak yang juga politikus TB Dedi Miing Gumelar dan sejarawan Betawi Maman Suherman. Diskusi dipandu oleh kemedian nasional papan atas Denny Chandra.<\/p>\n<p>Ikut memberi sambutan dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) Prof. DR.\u00a0 Masduki Ahmad. SH, MM., \u00a0dan Kepala Penmaru Hayat Zainuni SH yang bertindak sebagai MC.<\/p>\n<p>Obrolan digelar oleh Bang Dai, sapaan akrab senator DKI Prof.DR. H. Dailami Firdaus, di kampus 2 UIA, Jatiwaringin-Pondok Gede, Rabu 13\/9. Diselengarakan dalam rangkaian \u201cHajatan Betawi 4\u201d, yang juga akan berlangsung di lokasi itu.<\/p>\n<p><strong>Kongkrit<\/strong><\/p>\n<p>Kongkrit\u00a0 yang dimaksudkan oleh Bang Dai tersebut adalah memperjuangan kepentingan masyarakat Betawi melalui Undang-undang. Yaitu Revisi Undang-undang\u00a0 no 29 tahun 2007, tentang\u00a0Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota\u00a0<em><strong>Jakarta<\/strong><\/em>\u00a0sebagai Ibukota Negara.<\/p>\n<p>Revisi UU ini sekarang sedang digodog. Akan disesuaikan dengan kondisi setelah Ibukota pindah ke Kalimantan.<\/p>\n<p>\u201cKita boleh mengharapkan dan mengimpikan Betawi seperti apa saja. Tetapi kalau undang-undangnya tidak memberi peluang,. Bagaimana?\u201d balik bertanya Bang Dai.<\/p>\n<p>Makanya, lanjut Ketua Yayasan Pendidikan UIA ini, revisi undang-undang pengganti Jakarta sebagai\u00a0 Ibukota Negara itu harus dapat menampung dan mencerminkan aspirasi masyarakat Betawi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>\u201cMasih ada waktu sampai bulan November mendatang untuk memperjuangkan impian masyarakat Betawi melalui undang-undang. Kita harus mengawalnya secara bersama-sama. Kalau tidak dikawal, bisa jebol kita nanti.\u00a0<em>Tau-tau<\/em>\u00a0undang-undangnya ke luar (diundangkan-red) sementara aspirasi masyarakat Betawi tidak tertampung,\u201d tutur Bang Dai, yang pada Pemilu nanti\u00a0 mendapat nomor urut 6 Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPD Dapil Jakarta.<\/p>\n<p>Menurut Bang Dai, \u00a0melalui kewenangan yang dimilikinya\u00a0 sebagai anggota DPD, pihaknya akan terus meperjuangkan \u00a0aspirasi masyarakat Betawi itu. Berbagai kegiatan dan jaring aspirasi telah dilakukan. Termasuk di acara Obral Obrol yang cukup panas dalam rangkaian \u201cHajatan Betawi 4\u201d yang puncaknya berlangsung tanggal 16\/17 September ini.<\/p>\n<p>Salah satu yang akan dikawal, lanjut Bang Dai, kehadiran pasal\u00a0 Majelis Wali Amanah Betawi. Majelis inilah nantinya yang akan mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat Betawi, mulai dari Budaya, pendidikan dan \u00a0ekonominya.<\/p>\n<p>Sementara itu, budayawan Betawi\u00a0N. Syamuddin Ch. Haesy, mengatakan ke depannya Jakarta sudah selayaknya dipimpin oleh tokoh Betawi. Banyak tokoh Betawi yang pantas dan mampu menjadi gubernur.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat, setidaknya ada dua tokoh Betawi yang pantas menjadi Gubernur DKI nantinya. Salah satunya Prof. Dailami Firdaus yang kini menjadi senator RI asal \u00a0Dapil Jakarta,\u201d tutur Bang Syam, sapaan akrab N. Syamuddin Ch. Haesy<strong>.***( aboe\/pp)<\/strong><\/p>\n<p>sumber : <strong><a href=\"http:\/\/www.parahyangan-post.com\/berita\/detail\/omongan-bergizi-mengenai--masa-depan-betawi-\">parahyangan-post.com<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pondok Gede, parahyangan-post.com&#8211;\u00a0Hendak dibawa ke mana Betawi setelah ibu kota Negara RI pindah ke IKN, Kalimantan tahun 2024 nanti? Jawabnya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-3394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3396,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394\/revisions\/3396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailami-firdaus.net\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}