4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

No comment 711 views

WhatsApp-Image-20160826Jakarta Timur (DF) ~ Sulitnya membendung arus budaya, gaya dan pandangan-pandangan dari luar, tentunya harus diberikan upaya mensosialisasikan dan pembelajaran bagi anak Bangsa.

Untuk itulah Prof. Dr. H. Dailami Firdaus selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dari Dapil DKI Jakarta menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI.

Acara sosialisasi tersebut dilaksanakan di Gedung Kampus II Universitas Islam As-Syafi’iyah, kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, dimana dihadiri seluruh Siswa-Siswi Sekolah Menengah tingkat Atas dan Madrasah Aliyah di seputar DKI Jakarta.

“Dengan mudah masuknya arus budaya, gaya dan pandangan-pandangan luar sangatlah sulit dibendung. Oleh karena itu sangatlah penting untuk selalu mensosialisasikan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI,” ujar Prof. Dailami Firdaus.

Namun bila kita berbicara tentang pancasila, demikian Dailami Firdaus, mungkin dianggap sudah sangat kuno dan menjenuhkan bagi sebagian besar kalangan masyarakat Indonesia. Sejak runtuhnya kekuasaan rezim otoritarian Orde Baru oleh gerakan Reformasi pada Bulan Mei 1998 lalu, Pancasila memang nyaris terkubur dan terpendam begitu dalam, sehingga seperti sangat sulit untuk dapat mengeluarkan dan membangkitkan kembali.

“Bila dicermati dengan seksama, segala permasalahan yang terjadi pada masa kini adalah akibat lunturnyan dan menghilangnya bentuk-bentuk penerapan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di masyarkat. Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya saya sangat berharap sekali agar seluruh santri Pesantren Yaim As-syafiiyah mampu membangkitkan dan mengelorakan 4 Pilar Kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama Pancasila, serta dapat menerapakan serta menularkan kepada lingkungan sekitar,” papar Prof. Dr. Dailami Firdaus atau yang biasa disapa Bang Dailami.

Anggota Senator DKI Jakarta itu mengungkapkan lebih lanjut, terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”, Pilar adalah tiang penguat atau penyangga. Pilar memiliki peran yang sangat sentral dan penting bahkan menentukan, karena jika pilar ini tidak kokoh, kuat, sesuai bahkan bila sampai rapuh, maka akan berakibat sangat fatal, yaitu robohnya bangunan yang disanggahnya.

Oleh karena itu, ujar Bang Dailami, menjadi sangatlah penting kita selalu mensosialisasikan dan mengaplikasikan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Saya sangat yakin bila seluruh santri pesantren yatim As-Syafiiyah dapat menghayati dan meresapi serta mengaplikasikannya dengan seutuhnya maka Bangunan yang Kokoh akan menjadi sulit dan tidak bisa dirobohkan, dalam hal ini Bangunan yang saya maksud adalah Bangsa dan Negara Indonesia.

“Saya berharap agar seluruh santri pesantren yatim As-Syafiiyah dapat menjadi bagian dari kekokohan dari Bangsa dan Negara Indonesia, sekali lagi saya berpesan agar selalu jaga Pilar-pilar ini dan yang terpenting adalah menyerapi dan mengaplikasikannya haruslah dengan Keimanan dan Ketaqwaan yang sebenar-benarnya taqwa,” tambah Bang Dailami.

WhatsApp-Image-20160826(11)WhatsApp-Image-20160826(10)WhatsApp-Image-20160826(9)WhatsApp-Image-20160826(8)WhatsApp-Image-20160826(7)WhatsApp-Image-20160826(6)WhatsApp-Image-20160826(5)WhatsApp-Image-20160826(2)

author
No Response

Leave a reply "4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA"